Sebelumnya gw dapetin info ini agak telat, dan kuota untuk memesan tempat pun sudah terisi penuh. Memang klo diliat dari info diatas. Venue acara bertempat di Rolling Stone Cafe, Jakarta. gw udah langsung menolak, males ahh daerah Kemang mah, gw susah dapetin rute angkutan umum buat balik ke Bogornya. Eh jelang satu hari sebelum acara, venue-nya ternyata dipindah. Dan gw pun menanyakan kembali bagaimana kuotanya teman-teman yang menghadiri apakah ada yang bisa digantikan. Tepat hari -H gw baru dapet kabar sekitar jam 16:00 WIB, gw diminta untuk mewakili salah satu teman yang berhalangan. Okey! gw pun menyanggupinya. Perjalanan Bogor-Jakarta sekitar 2 jam. Touch down di fX lifestyle X'nter . Saatnya mencari venue acara, klo di email yang terakhir gw baca terletak di lantai 7, eh ternyata di lantai 5 tepatnya di The Only One Club . registrasi selesai, dapet "tas baik hati" masuki venue, langsung terpaku dengan apa yang terjadi di layar monitor, sambil clingak-clinguk me...
'Son-nim,' bahasa Korea untuk 'pengunjung,' yang berarti 'orang asing dari luar daerah.' Kata ini juga mereferensikan untuk hantu yang melakukan perjalanan dan muncul pada hari-hari tertentu untuk mengganggu aktivitas manusia. Ketika orang-orang memilih tanggal untuk acara besar seperti pindah rumah atau pernikahan, mereka selalu memilih hari ketika 'pengunjung' tidak sedang berada di sekitar, menurut cerita rakyat di Korea yang diyakini hingga sekarang. Dalam The Piper, seorang musisi pengembara, Woo-Ryong tiba dengan anaknya di sebuah desa terpencil di pegunungan yang tidak ada di peta. Kunjungan tidak terduga mereka dianggap nasib buruk oleh penduduk desa. Tema dan motif yang diambil dari cerita anak-anak yang familiar di Jerman, 'The Pied Piper of Hamelin'. Bersetting di abad pertengahan, seorang walikota dari Hamelin bermasalah dengan wabah tikus yang menghabiskan semua makanan dan bahkan menyerang orang-orang. The Piper datang menawa...