I'm in love with Twitter Media Studio 😚😚😚😚 Tinggal menunggu fitur monetisasi hadir dan bisa pake batas maksimal durasi (10 menit) pic.twitter.com/ShIlmQFjPu — Hendra Gunawan (@ndraverne) 1 Oktober 2016 Sebagai seorang kreator, saya tertantang saat terakhir mendapatkan tawaran untuk meliput sebuah acara di JungleLand Adventure Theme Park. Setelah liputan hari itu saya lebih sering memanfaatkan channel Youtube pribadi saya untuk mengunggah hasil liputan saya. Di akhir Agustus 2016, Twitter meluncurkan "Twitter Media Studio" layanan yang bagi saya sangat bermanfaat dalam mengkurasi konten (video, gambar atau GIF) yang akan saya bagikan di akun Twitter yang saya kelola. Di dalam "Twitter Media Studio" ada 3 bagian menu utama; library, schedule dan analytics. Bagi kalian yang ingin mendapatkan akses "Twitter media Studio" silakan isi form pengajuan ini . Setelah berhasil mendapatkan verifikasi kalian akan mendapatkan email balasan dengan is...
"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013. Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain. Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi...