Setelah sebelumnya kami diajak ke kompleks pabrik di Citeureup dan Cirebon , tujuan kami yang terakhir dikunjungi adalah batching plant yang dikelola oleh Pionirbeton Indonesia. Pionirbeton Indonesia merupakan anak perusahaan dari Indocement, yang didirikan pada tahun 1996. Total 100% saham dimiliki oleh Indocement. Produk akhir semen adalah beton siap-pakai. Batching plant yang ada saat ini di Jabotabek, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali. Di Jabotabek ada 18 Batching Plant . Batching Plant yang kami kunjungi berada di daerah Kasablanka. Di sini kami diajak untuk melihat langsung proses produksi beton siap-pakai. Lokasi lainnya Batching Plant ada di daerah Sudirman, Pulogadung, Jati Asih, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Batching Plant ini untuk menunjang proyek-proyek pemerintah. Proyek terbesar yang merupakan megaproyek Pionirbeton adalah Krakatau Posko yang pengerjaannya lebih kurang 3 tahun. Pionirbeton Indonesia juga mempunyai produk fastcreate, yang memiliki ...
"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013. Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain. Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi...