Berkesempatan untuk menikmati salah satu film dalam "Festival Sinema Perancis" kenapa tidak. Itu yang terlintas, saat mendapatkan undangannya. Dan film yang gw tonton kemaren itu L'Arnacoeur (HeartBreaker). bertempat di FX Platinum XXI , gw ngga akan terlalu ngebahas filmnya, karena Anda semua bisa baca sendiri reviewnya di beberapa websites, untuk yang berbahasa Indonesia bisa di filmoo.com . Venue-nya lumayan cukup nyaman bagi gw yang di Bogor sering kecewa menikmati XXI Botani Square. Penonton, yaaa tidak terlalu penuh juga. Tapi kita semua tampaknya sangat menikmati film ini. Ada beberapa bagian yang menurut gw menghilangkan "taste" dari menikmati film ini. Saat scene tertentu, terpotong berlanjut ke scene selanjutnya begitu saja. Okelah bagi gw yang jarang menikmati film Perancis. Apa karena gw yang terlalu banyak nonton film Hollywood, melihat film ini agak "Hollywood" banget yaaa.
"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013. Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain. Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi...