Langsung ke konten utama

Laura & Marsha: Petualangan Dua Sahabat di Eropa


"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013.


Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain.


 Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi ke Eropa. Menyukai hal-hal yang berbau kebebasan dan percaya di dunia ini seseorang pasti akan mendapatkan keberuntungan kalau mereka meyakini. Percaya mitos atau takhayul terutama pada cincin yang Ia kenakan.

Sinopsis dari film ini:
Laura hampir tidak pernah berpikir untuk bepergian keluar Jakarta. Apalagi semenjak empat tahun sebelumnya Ia telah menjadi orangtua tunggal untuk putri semata wayangnya.
Berbeda jauh dengan Marsha, sahabat Laura sang penulis buku travelling. Keinginannya untuk pergi ke Eropa untuk mengenang kematian ibunya.
"Hidup tuh singkat banget, kematian bisa dateng kapan aja dan gue gak mau mati sebelum ngewujudin impian gue" ungkap Marsha. Ungkapan inilah yang membuat Laura akhirnya mengiyakan perjalanan ke Eropa meskipun tak sepenuh hati diinginkannya.
Perjalanan dimulai, perselisihan-perselisihan kecil muncul. Aturan-aturan diterapkan Laura, dan Marsha dengan santainya mengiyakan. Perselihan semakin menajam ketika kemudian Marsha menyetujui membawa penumpang bernama Finn ikut mobil sewaan mereka.
Finn tak pernah sampai ke tempat tujuan bersama mereka. Laura mengusirnya, karena dianggap malah menyesatkan jalan mereka. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Serba salah. Ia memilih menjalani saja semua tanpa beban. Tiap kali Laura menghadapi kesulitan, Marsha tanpa banyak syarat membantu mereka mencari jalan keluar.
Persahabatan dari zaman SMA ternyata tidak menjamin keduanya sama-sama terbuka satu sama lain. Ada maksud yang tak mereka jelaskan dari perjalanan ini. Tanpa diketahui Marsha, Laura sebenarnya punya alasan khusus hingga akhirnya ia setuju ke Eropa.
Hal ini membuat mereka berada disatu titik pertengkaran yang hebat. Perjalanan ke Eropa tidak semulus yang mereka duga. Kejadian demi kejadian mebuat mereka sebenarnya menemukan apa yang mereka cari. Dari tiap negara yang mereka datangi membawa cerita dan kejutan tersendiri untuk mereka yang akhirnya tanpa mereka sadari itulah yang mereka cari. Itulah petualangan.
Semua yang terjadi di Belanda, Jerman, Austria dan Italia merupakan ujian dari apa yang mereka sebut dengan persahabatan. Pencarian makna cinta, makna hidup dan makna perjalanan yang sesungguhnya. Pada akhirnya mereka sadari, ada dua cerita untuk satu perjalanan, Perjalanan Laura & Marsha.



Di awal dari film ini diperlihatkan alur dari pengiriman sebuah surat dari luar negeri hingga sampai ditangan si penerima di Indonesia. Saya adalah anggota dari GetGlueID Community, dalam kegiatan kami adalah mengumpulkan koleksi stiker yang dapat diminta untuk dikirim kepada kami di Indonesia. Sudah hampir dua tahun saya tidak menerima stiker-stiker ini. Dan scene di awal film itu mengingatkan saya betapa inginnya segera mendapatkan kembali stiker-stiker tersebut.
Setelah menyaksikan film ini sebenarnya saya kurang tertarik dengan betapa indah dan mengagumkannya Eropa. Saya lebih tertarik untuk mengunjungi wisata-wisata di Indonesia.
Film ini kan mengisahkan tentang perjalanan, dan salah satu karakter juga seseorang yang bekerja di biro perjalanan. Kok tidak ditampilkan scene di bandara, di Indonesia atau pun di Belanda. Klo bahasa saya "kok ujug-ujug sampe di Amsterdam?" Apa karena tidak ada kerjasama dengan salah satu maskapai?
Selanjutnya saat diakhir dari pemutaran film ada sesi tanya jawab dengan sang Sutradara, Ia mengatakan saat syuting di Jerman berada di daerah dengan penggunaan bahasa Jerman yang tradisional, kok scene pengusiran Laura & Marsha dari gudang bir menggunakan bahasa Inggris dengan fasih?
Okey! satu scene yang bikin saya salut dengan akting kedua aktris dalam film ini tentunya dalan scene pertengkaran mereka. Dialognya wow!...
Bagi yang penasaran dengan film Laura & Marsha ini dapat disaksikan mulai tanggal 30 Mei 2013. Update mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Twitter-nya @FilmLauraMarsha.
Trailer dari film Laura & Marsha:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyambut Ramadhan Bersama Dompet Dhuafa

Para pembicara di acara 25 Tahun Membentang Kebaikan dari Dompet Dhuafa Ramadhan kian dekat. Dalam hitungan hari, semua umat muslim di seluruh penjuru dunia berkemas-kemas menyambut bulan suci penuh berkah. Tak ketinggalan, Lembaga filantropi yang turut menyiapkan diri dalam menyambut Ramadhan. Program-program terbaik dipersiapkan untuk berbagi kebaikan bagi sesama. Tentunya, untuk menyajikan itu semua, perlu adanya sinergi bersama dari para donatur. Untuk berbagi kemeriahan dengan program terbaiknya, tak ketinggalan salah satu Lembaga filantropi yang kini menuju usia 25 tahunnya, yaitu Dompet Dhuafa , turut berbagi di Ramadhan kali ini. Semangat tersebut hadir melalui gerakan Tweet #25thnMembentangKebaikanBersamaAnda bersama kita semua. Bertempat di Graha Bhima Sakti, Dompet Dhuafa menggelar acara blogger & media gathering perayaan 25 tahun membentang kebaikan yang juga peluncuran dari bawaberkah.org . Dalam acara ini menghadirkan  M Syafii El-Banatanie) selaku Dire...

Apple Music Kini Hadir di Android

Layanan musik streaming legal satu persatu masuk pasar Indonesia. tidak terkecuali Apple Music (para pemilik i-device tentunya sudah dapat menggunakan layanan ini). Yang menarik, Apple Music kini tersedia di platform Android. Apple Music masih tahap beta, banyak perbedaannya dengan versi asli di i-device. Berikut screencapture dari berbagai tampilan saat saya coba satu persatu: Di awal kita langsung disodorkan untuk langsung berlangganan 3 bukan secara gratis, iya sih gratis, tapiiiii... Sudah punya Apple ID? Saya sempat memiliki Macbook Pro, akun Apple ID-nya masih aktif dan coba saya gunakan. Salah satu bagian yang terus saya lewatkan itu pengisian bagian pembayaran, ada pilihan NONE, tapi tidak berguna. Di Apple Music kembali dipertanyakan. Penawaran untuk mencoba setelah masa ujicoba berakhir adalah Rp. 69ribu/ bulan untuk paket individu. Paket keluarga akan lebih murah lagi. Radio , mungkin fitur ini sebenarnya bisa digunakan tanpa harus be...

Menikmati Layanan Konten Premium KLIX TV yang Mengecewakan

Casting KLIX TV ke Chromecast  Bulannya  Tweet #WorldCup  di tahun 2018 beda dengan pergelaran di tahun sebelumnya. Di tahun ini untuk pemegang hak siar bukan hanya dimonopoli oleh TV terestrial yang dapat kita nikmati kontennya secara gratis melalui antena biasa. Selain melalui TV terestrial, kini kita juga dapat menonton semua pertandingan piala dunia melalui aliran langsung dengan aplikasi yang kita pasang di gawai. Ada dua aplikasi yang cukup menonjol selama gelaran piala dunia tahun ini; KLIX TV dan MAX stream dari Telkomsel. Sebagai pengguna Telkomsel, harusnya saya beruntung dan dapat menikmati konten yang dihadirkan oleh MAX stream dengan harga promo Rp10 untuk 30GB selama satu bulan. Sayangnya gawai yang saya gunakan tidak cocok dengan aplikasi ini. Dan aplikasi MAX stream tidak mendukung untuk fitur chromecast. Satu lagi aplikasi yaitu KLIX TV , aplikasi premium ini menawarkan konten utama aliran siaran langsung piala dunia dengan kualitas High Definit...