![]() |
Para pembicara di acara 25 Tahun Membentang Kebaikan dari Dompet Dhuafa |
Ramadhan kian dekat. Dalam hitungan hari, semua umat muslim
di seluruh penjuru dunia berkemas-kemas menyambut bulan suci penuh berkah. Tak
ketinggalan, Lembaga filantropi yang turut menyiapkan diri dalam menyambut
Ramadhan. Program-program terbaik dipersiapkan untuk berbagi kebaikan bagi
sesama. Tentunya, untuk menyajikan itu semua, perlu adanya sinergi bersama dari
para donatur.
Bertempat di Graha Bhima Sakti, Dompet Dhuafa menggelar acara blogger & media gathering perayaan 25 tahun membentang kebaikan yang juga peluncuran dari bawaberkah.org. Dalam acara ini menghadirkan M Syafii El-Banatanie) selaku Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, dr. Reza Romadhoni, dokter dari LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) Dompet Dhuafa, Bapak Urip Budiarto, GM Resources Mobilitation Dompet Dhuafa/Ketua Ramadhan Dompet Dhuafa 1439H serta Ihsan Tarore.
Tidak
mudah bagi Dompet Dhuafa dalam mengarungi perjalanan selama 25 tahun, begitu
banyak ujian yang harus dihadapi. Sehingga terus membutuhkan kekompakan semangat
dan berkolaborasi bersama donatur untuk mengisi usia produktif lembaga. Dalam rangka 25 Tahun Dompet Dhuafa mengusung
tiga konsep yaitu Memberikan beragam pengalaman, Menyajikan rasa kepedulian
serta menyalakan semangat kolaborasi.
Dari produk pemberdayaan yang dihadirkan di acara. Kurma, eh kopi adalah buruan utama saya. Kopi dari daerah Sulawesi ini yang langsung bisa saya cicipi. Dengan takaran yang pas, bagi saya kopi ini rasanya tidak pahit di lidah saya. Seorang teman bahkan langsung mengusulkan agar dijual langsung dengan kemasan bijian, yang belum dihaluskan. Satu teman lagi yang gemar mengoleksi kopi dari berbagai daerah langsung bertanya "Sudah digiling atau belum?".
Dari produk pemberdayaan yang dihadirkan di acara. Kurma, eh kopi adalah buruan utama saya. Kopi dari daerah Sulawesi ini yang langsung bisa saya cicipi. Dengan takaran yang pas, bagi saya kopi ini rasanya tidak pahit di lidah saya. Seorang teman bahkan langsung mengusulkan agar dijual langsung dengan kemasan bijian, yang belum dihaluskan. Satu teman lagi yang gemar mengoleksi kopi dari berbagai daerah langsung bertanya "Sudah digiling atau belum?".
Komentar
Posting Komentar