bersama Guru-guru GGID Sabtu kemaren terulang kembali, "one day, get two events". Untuk acara pertama ini #4sqDay, seperti biasa pula klo ikut acara foursquare pasti berangkat dan pulang juga bareng master Tamtomo, alias mengintil. Pagi jam delapan kami berangkat menuju Cilandak Town Square. perjalanan yang lumayan cepat, sampe venue acara belum buka ternyata, ngupi-nngupi dulu di J'Co. Panitia acara pun berdatangan, saatnya registrasi untuk mendapatkan "swag" aseli dari foursquare-nya. Acara lumayan rame, tadinya mo ikut yang kontes twitt galau, karena sinyal wifi yang cenat-cenut malah bikin semakin galau. "Hrrrrr". Emang udah niat sih, klo nemuin wifi, maunya update software sampe kelar. Dan ternyata koneksinya cenat-cenut, untungnya sampe acara berakhir dan meninggalkan venue acara selesai juga meng-update. Kemudian langsung menuju atrium Citos untuk melihat lebih dekat dengan Blackberry-nya AHA, yang katanya lebih cepat 77 kali dari GPRS. cob...
"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013. Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain. Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi...