Langsung ke konten utama

Lazada Menghadirkan #LazadaBerbagi di Ramadan Tahun Ini

Sudah mendapatkan undangan untuk berbuka bersama di bulan puasa tahun ini? Acara dari Lazada yang kemarin saya ikuti adalah undangan pertama di tahun ini. Apa aja yang ingin disampaikan oleh Lazada dalam acara ini? Para narasumber yang dihadirkan dari pakar kesehatan, perwakilan yayasan yang diajak kerja sama oleh Lazada dalam program  dan tentunya dari pihak Lazada Indonesia sendiri. Lazada melakukan survey kepada lebih dari 1000 respondennya, yang ditemukan bahwa 70% responden telah mengalokasikan anggaran buat berbelanja online selama ramadan, dan memilih untuk berbelanja online dari rumah atau kantor selama ramadan. Waktu yang paling favorit bagi para responden adalah saat siang hari, menjelang berbuka dan setelah shalat tarawih. Sebagian besar dari responden juga berbelanja minimal 2 kali setiap minggu dan mengalokasikan 50% dari THR untuk berbelanja online. Begitu pun untuk mencari keperluan produkproduk saat perayaan idul fitri nanti, berbelanja online dipi…

at Press Screening Hasduk Berpola


Sebelumnya saya sudah mencoba membahas film Hasduk Berpola dari Official Trailer-nya. Hari Rabu tanggal 13 Maret kemaren saya berkesempatan untuk ikut dalam acara Press Screening-nya. Dari tagline film ini "Bukti cinta seorang cucu pada kakeknya, akan membawa kepada sebuah peristiwa kebangsaan" akhirnya terjelaskan dalam film ini fokus utama hanya Budi dan Kakeknya (menurut rekan saya saat pembicaraan di sela-sela Press Conference seusai acara Screening). 
Karakter Budi yang saya bayangkan sebelum menonton tidak tergambarkan dalam film, justru rekan Budi (Kemal) yang selalu diajak untuk "bertarung" adalah karakter Budi yang saya bayangkan. Karakter Budi dalam film ini adalah seorang anak yang egois dengan gengsi yang tinggi. Dalam benak saya "Kok anak di daerah sudah sama dengan anak di ibukota?" 
Budi hidup dengan Ibu, adik dan kakeknya seorang veteran perang yang uang pensiunannya tidak kunjung cair karena ada masalah administrasi entah mengapa. Sang Kakek (Masnun) di awal film bekerja di tambang minyak bumi tradisional, Ia mengutarakan kepada temannya ingin berhenti bekerja di tambang tersebut. Dan Kakek pun akhirnya bekerja di tempat tambal ban entah milik siapa. Ibu Budi (Rahayu) bekerja di sebuah rumah makan yang setiap pulang ke rumah selalu membawa rawon sisa dari rumah makan.
Tiga kelakuan Budi yang tidak terpuji; Pertama saat Budi ingin meminta uang dari sang Kakek, ia langsung mengambil sendiri uang dari kotak uang sang Kakek di tempat tambal ban tanpa bilang, padahal sang Kakek ada dan sedang mengobrol dengan temannya. Kedua saat sang Ibu membawa rawon dengan isinya, Ia menghabiskan sendiri seluruh isinya dan menyisakan hanya kuahnya saja. Ketiga setelah selesai sholat di Masjid Ia langsung mengenakan sandal entah milik siapa dan bergegas meninggalkan Masjid. Teman-teman yang iba mengetahui Budi kekurangan uang untuk membeli kacu (dalam film ini disebut Hasduk) mengumpulkan semua uang yang mereka miliki, namun melihat Budi mengenakan sandal yang bukan miliknya mereka menyarankan untuk mengembalikannya. Justru Budi terlihat tidak bersalah telah mencuri sandal orang lain di Masjid. Semua teman-teman yang telah memberikan uang, akhirnya mengambil kembali uang mereka setelah muak dengan ulah Budi. Budi kemudian menjual sandal tersebut di pasar loak terdekat. Dari hasil menjual sandal Budi sempat makan di warung. Saat ia pikir uangnya cukup untuk membeli hasduk, ternyata sang Ibu Penjual telah menaikkan harganya. Budi mencoba mencari kekurangan uangnya tersebut dengan menjadi kuli angkut di pasar. 
Apakah Budi bergabung dengan kegiatan Pramuka akan mudah mengubah kelakuan buruknya itu?
Hingga akhir film pun banyak adegan yang menurut saya agak dipaksakan. Saya lebih suka jujur dan polosnya film anak-anak yang lain tanpa pakai embel-embel kegiatan tertentu. Film Hasduk Berpola akan mulai tayang tanggal 21 Maret 2013.







Pos populer dari blog ini

Medit Visit Ke Kantor OK-Jek

Sudah tahu dan kenal dengan Netmediatama? Stasiun televisi yang setiap konten tayangannya langsung banyak disukai oleh keluarga Indonesia. Saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke lokasi syuting sitkom OK-Jek yang berada di daerah Pejaten. Satu buah rumah disulap menjadi kantor OK-Jek. OK-Jek salah satu sitkom yang tayang di Netmediatama sejak tanggal 28 Desember 2015 pukul 19:00 Wib. Sudah familiar dengan karakter-karakternya? Di sitkom ini ada Oka Antara sebagai Iqbal (Iya pake Q), Ibnu Jamil sebagai Seno, Atiqah Hasiholan sebagai Asna, Dodit M sebagai Mas Mul.
Saat sampai di lokasi nggak lama Mas Mul juga datang langsung bersiap reading dengan lawan mainnya dan take scene. Berikut yang dapat saya abadikan





Dan berkesempatan juga untuk mengobrol dengan Ibnu Jamil dan Atiqah Hasiholan, berikut ringkasannya:
Q: Bagaimana awalnya bergabung dengan sitkom OK-Jek?
A: Kenapa saya bisa mendarat dan mengendarai OK-Jek. Pertama kali dapet telepon dari Aloy (salah satu team creative dari Netm…

Sinopsis Sang Kiai

Pendudukan oleh Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda, Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat untuk melakukan Sekerei. K.H. Hasyim Asy'ari (Ikranegara) sebagai tokoh besar agamais saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari akidah agama Islam, karena sebagai umat Islam hanya menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap K.H. Hasyim Asy'ari. K.H. Wahid Hasyim (Agus Kuncoro Adi) salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan K.H. Hasyim Asy'ari. Berbeda dengan Harun (Adipati), salah satu santri K.H. Hasyim Asy'ari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan K.H. Hasyim Asy'ari. Tetapi Harun salah karena cara tersebut malah menambah korban jiwa. K.H. Wahid Hasyim dapat menenangkan diplmasi ter…

Jogja Trip

Menghadiri acara pernikahan salah satu teman di Kota Jogjakarta, kami rencanakan untuk sekalian berlibur walau dengan dana seadanya. Berikut beberapa lokasi yang kami kunjungi.
Hotel Dana, kami menginap di tempat ini dengan harga murah yang kami dapatkan sebesar Rp. 97.000



Keraton Yogyakarta



Warung Bu Ageng



Sate Klathak Pak Bari: https://goo.gl/maps/yZRc6ZVZrMrNasi Goreng Beringharjo: https://goo.gl/maps/JrKpRvhzszK2Sellie Coffee: https://goo.gl/maps/kUUovVGM4MoLOKAL Hotel & Restaurant


Beberapa lokasi dan tempat pariwisata yang lainnya tidak sempat saya abadikan. Simak video perjalanannya berikut ini: