Langsung ke konten utama

Lazada Menghadirkan #LazadaBerbagi di Ramadan Tahun Ini

Sudah mendapatkan undangan untuk berbuka bersama di bulan puasa tahun ini? Acara dari Lazada yang kemarin saya ikuti adalah undangan pertama di tahun ini. Apa aja yang ingin disampaikan oleh Lazada dalam acara ini? Para narasumber yang dihadirkan dari pakar kesehatan, perwakilan yayasan yang diajak kerja sama oleh Lazada dalam program  dan tentunya dari pihak Lazada Indonesia sendiri. Lazada melakukan survey kepada lebih dari 1000 respondennya, yang ditemukan bahwa 70% responden telah mengalokasikan anggaran buat berbelanja online selama ramadan, dan memilih untuk berbelanja online dari rumah atau kantor selama ramadan. Waktu yang paling favorit bagi para responden adalah saat siang hari, menjelang berbuka dan setelah shalat tarawih. Sebagian besar dari responden juga berbelanja minimal 2 kali setiap minggu dan mengalokasikan 50% dari THR untuk berbelanja online. Begitu pun untuk mencari keperluan produkproduk saat perayaan idul fitri nanti, berbelanja online dipi…

On Set Location Sang Kiai The Movie


Berawal dari hobi menonton film, walaupun seringnya dalam satu bulan film baru yang beredar di bioskop tidak dapat saya nikmati semua. Lambat laun saya dapat menikmati beberapa film di beberapa bioskop yang sebelumnya jarang bahkan belum pernah saya kunjungi. Beberapa bioskop yang terdekat dari rumah aja belom seluruhnya saya nikmati satu persatu. 
Sejak tahun 2010 saya mendapatkan berbagai kesempatan untuk ikut menonton terlebih dahulu baik dalam acara Gala Premiere atau media screening film. Berbagai cara saya dapatkan  untuk mendapatkan undangan acara tersebut, dimulai dari para media partner, distributor film atau dari pihak promosi film.
Di bulan November 2012 kemaren adalah bulan yang terbanyak saya mendapatkan kesempatan mendapatkan undangan Gala Premiere film Indonesia dimulai dari Loe Gue End, Jakarta Hati, Langit Ke 7 dan yang terakhir Hello Goodbye. Dari keempat film ini saya dapatkan undangannya dengan cara yang berbeda-beda.
Dan di hari Minggu (16/12) kemaren adalah hari yang paling special bagi saya dalam dunia perfilman Indonesia, dimana saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu lokasi syuting film Sang Kiai yang bertempat di Kawasan Benteng Gedung Juang 45, Solo.
Sebelum berangkat menuju lokasi syuting, di hotel tempat kami dan seluruh kru menginap sempat bertemu sebentar dengan Agus Kuncoro Adi yang berperan sebagai Wahid Hasyim dalam film Sang Kiai ini. Selain dengan Agus Kuncoro Adi sempat pula bertemu dengan Ikranegara yang berperan sebagai K.H. Hasyim Asy'ari. Dalam sesi wawancara dengan beliau,  Ia merasa sangat terhormat dan bangga terpilih sebagai orang yang memerankan K.H. Hasyim Asy'ari. lanjutnya ia mengatakan "K.H. Hasyim Asy'ari ini adalah sosok yang visioner dan berilmu tinggi. Pandangannya jauh kedepan". Di akhir sesi wawancara kami menantang Ikranegara untuk berfoto dengan pose gaya K.H. Hasyim Asy'ari, beliau pun menyanggupi dengan langsung bersegera berpose. Saya yang berada tepat di depannya melihat ada "sosok" yang berubah dari dirinya.

sesi wawancara dengan Ikranegara
Ikranegara berpose layaknya K.H. Hasyim Asy'ari
Sesampainya di lokasi syuting saya langsung mengabadikan beberapa hal yang menarik saat disana.
Berikut foto-fotonya:








Dalam foto yang terakhir tampak terlihat seorang dari "extras" yang cengengesan tidak serius dalam mengikuti proses syuting ini. Dia tampaknya kurang mengerti arti dari semangat kekompakan dalam pembuatan sebuah film. Akibat dari ulahnya ini beberapa kali take harus diulang kembali. 

Sang Kiai, film Indonesia yang mengisahkan tentang K.H. Hasyim Asy'ari, tokoh dibalik peristiwa sejarah 10 November 1945, film ini mengambil setting antara tahun 1942-1947. 
Para pemeran utama dalam film ini antara lain Ikranegara sebagai K.H. Hasyim Asy'ari, Christine Hakim sebagai Nyai Kapu (istri K.H. Hasyim Asy'ari) Agus Kuncoro Adi sebagai Wahid Hasyim, Adipati Dolken sebagai Harun dan Dimas Aditya sebagai Husyein. Lokasi syuting selain yang di Solo ini bertempat di Kediri, Nggondang Klaten, Ambarawa dan Semarang. Sang Kiai di sutradarai oleh Rako Prijanto. Film ini rencananya akan dirilis pada Juni 2013. Mari kita nantikan! Update terbaru Sang Kiai dapat tanggal rilis dari pihak bioskop pada tanggal 30 Mei 2013. UNGU sebagai pengisi soundtrack dalam film ini dengan lagunya "Bila Tiba"
Foto bersama Rako Prijanto, sutradara Sang Kyai
Terima kasih kepada teman-teman dari Budge Communications dan RAPI Films yang memberikan saya kesempatan untuk hadir langsung di lokasi syuting pembuatan film ini.
Saat sesi wawancara dengan Rako Prijanto berakhir saya mengutarakan apresiasi saya kepada salah satu filmnya "Ungu Violet", dalam film tersebut ada hal yang memang pernah saya alami.

Pos populer dari blog ini

Medit Visit Ke Kantor OK-Jek

Sudah tahu dan kenal dengan Netmediatama? Stasiun televisi yang setiap konten tayangannya langsung banyak disukai oleh keluarga Indonesia. Saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke lokasi syuting sitkom OK-Jek yang berada di daerah Pejaten. Satu buah rumah disulap menjadi kantor OK-Jek. OK-Jek salah satu sitkom yang tayang di Netmediatama sejak tanggal 28 Desember 2015 pukul 19:00 Wib. Sudah familiar dengan karakter-karakternya? Di sitkom ini ada Oka Antara sebagai Iqbal (Iya pake Q), Ibnu Jamil sebagai Seno, Atiqah Hasiholan sebagai Asna, Dodit M sebagai Mas Mul.
Saat sampai di lokasi nggak lama Mas Mul juga datang langsung bersiap reading dengan lawan mainnya dan take scene. Berikut yang dapat saya abadikan





Dan berkesempatan juga untuk mengobrol dengan Ibnu Jamil dan Atiqah Hasiholan, berikut ringkasannya:
Q: Bagaimana awalnya bergabung dengan sitkom OK-Jek?
A: Kenapa saya bisa mendarat dan mengendarai OK-Jek. Pertama kali dapet telepon dari Aloy (salah satu team creative dari Netm…

Sinopsis Sang Kiai

Pendudukan oleh Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda, Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat untuk melakukan Sekerei. K.H. Hasyim Asy'ari (Ikranegara) sebagai tokoh besar agamais saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari akidah agama Islam, karena sebagai umat Islam hanya menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap K.H. Hasyim Asy'ari. K.H. Wahid Hasyim (Agus Kuncoro Adi) salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan K.H. Hasyim Asy'ari. Berbeda dengan Harun (Adipati), salah satu santri K.H. Hasyim Asy'ari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan K.H. Hasyim Asy'ari. Tetapi Harun salah karena cara tersebut malah menambah korban jiwa. K.H. Wahid Hasyim dapat menenangkan diplmasi ter…

Jogja Trip

Menghadiri acara pernikahan salah satu teman di Kota Jogjakarta, kami rencanakan untuk sekalian berlibur walau dengan dana seadanya. Berikut beberapa lokasi yang kami kunjungi.
Hotel Dana, kami menginap di tempat ini dengan harga murah yang kami dapatkan sebesar Rp. 97.000



Keraton Yogyakarta



Warung Bu Ageng



Sate Klathak Pak Bari: https://goo.gl/maps/yZRc6ZVZrMrNasi Goreng Beringharjo: https://goo.gl/maps/JrKpRvhzszK2Sellie Coffee: https://goo.gl/maps/kUUovVGM4MoLOKAL Hotel & Restaurant


Beberapa lokasi dan tempat pariwisata yang lainnya tidak sempat saya abadikan. Simak video perjalanannya berikut ini: