Langsung ke konten utama

Lazada Menghadirkan #LazadaBerbagi di Ramadan Tahun Ini

Sudah mendapatkan undangan untuk berbuka bersama di bulan puasa tahun ini? Acara dari Lazada yang kemarin saya ikuti adalah undangan pertama di tahun ini. Apa aja yang ingin disampaikan oleh Lazada dalam acara ini? Para narasumber yang dihadirkan dari pakar kesehatan, perwakilan yayasan yang diajak kerja sama oleh Lazada dalam program  dan tentunya dari pihak Lazada Indonesia sendiri. Lazada melakukan survey kepada lebih dari 1000 respondennya, yang ditemukan bahwa 70% responden telah mengalokasikan anggaran buat berbelanja online selama ramadan, dan memilih untuk berbelanja online dari rumah atau kantor selama ramadan. Waktu yang paling favorit bagi para responden adalah saat siang hari, menjelang berbuka dan setelah shalat tarawih. Sebagian besar dari responden juga berbelanja minimal 2 kali setiap minggu dan mengalokasikan 50% dari THR untuk berbelanja online. Begitu pun untuk mencari keperluan produkproduk saat perayaan idul fitri nanti, berbelanja online dipi…

Terjebak Nostalgia [Review]


 

Raisa Andriana yang kita kenal sebagai seorang penyanyi, kini telah menjadi seorang pemain film yang berperan sebagai Raisa; karakternya sebagai seorang perempuan yang ditinggal oleh kekasihnya yang hilang saat terjadi badai Sandy. Namun Ia tidak bisa melupakan begitu saja.

Judul dari film perdananya ini mengambil dari salah satu hits-nya “Terjebak Nostalgia” yang ada di dalam album yang berjudul “Raisa” yang rilis di tahun 2011.

Berikut sinopsisnya:
Raisa mencintai Sora dan begitupun sebaliknya. Sepasang kekasih yang memiliki impian sama... untuk masa depan mereka... karir mau pun cinta.


Impian itu yang kemudian membawa Sora ke New York. Demi impian mereka yang semakin hari semakin nyata.

Tapi Sora... tak pernah kembali. Ke Jakarta. Ke Raisa. Impian itu kini terhalang kabut tebal.

Adalah Reza, sahabat Raisa, yang kemudian rela menemani Raisa ke tempat yang sudah merenggut Sora begitu saja. New York.

Dan sebuah perjalanan pun dimulai. Raisa, Reza dan... Sora. Perjalanan yang menyeret Raisa ke sebuah nostalgia... nostalgia yang antara menjebaknya atau justru membebaskannya.


Oke ini review versi saya...

Dalam film ini didukung oleh dua aktor yang menemani Raisa, ada Maruli Tampubolon sebagai Sora. Dia bukan hanya berakting, tapi juga menyumbangkan lagunya yang berjudul “Butterfly”. “Terjebak Nostalgia” juga menjadi film perdana baginya. Bagi kalian yang menyimak film serial "Patriot" di netmediatama, Ia berperan juga di tayangan tersebut. Di film ini Maruli sebagai Sora seorang pianis yang juga memiliki toko musik dan tempat les, Dimana kedua karakter ini bertemu (Raisa & Sora) di awal film. Karakter dari Sora juga seorang pria yang penuh percaya diri. Aktingnya pun cukup memukau, bahkan bisa dibilang "menang banyak". Girls... bersiap kalian dibikin klepek-klepek olehnya :)
Scene hujan-hujanan merayu Raisa adalah satu dari beberapa favorit scene di film ini bagi saya, melihat Raisa dengan wajah cemberut sih yang bikin suka (tetap cantik, tidak bisa terlihat dalam keadaan jelek kapan pun dimana pun selama film).
Satu aktor lagi yang bermain di film ini ada Chicco Jericho yang berperan sebagai Reza. Reza seorang koki yang hadir mengisi kehidupan Raisa yang tidak bisa merelakan hilangnya Sora. Karakter dari Reza yaaaa agak mirip dengan kehidupan percintaan saya :(
Scene favorit kedua saya di film ini adalah ketika di taman Raisa dan Reza kembali untuk “berkenalan” lagi. Jadi selama ini?..



Scene makan bersama di halaman rumah tone warnanya beda sendiri dan bagi saya kurang nyaman melihatnya. Selebihnya beberapa kali aerial scene kota New York tampil cantik. Di New York dengan bermodal ijin yang resmi, semua visualnya memanjakan mata. Biasanya kan film-film Indonesia banyak yang tidak ijin ke negara yang dijadikan lokasi syuting, sehingga visualnya kurang enak dilihat.
Terakhir....mohon maaf Raisa, cukup akting di video klip aja deh! Akting kamu di film ini kaku kaya kanebo kering. Berharap bisa meneteskan mata di scene “perkenalan” kembali itu, malah mendapatkan emosi yang datar....
Terjebak Nostalgia dapat kalian saksikan mulai 11 Februari 2016.

Raisa: “Dian Sastro apa Mariana Renata?”
Reza: “Raisa”


Pos populer dari blog ini

Medit Visit Ke Kantor OK-Jek

Sudah tahu dan kenal dengan Netmediatama? Stasiun televisi yang setiap konten tayangannya langsung banyak disukai oleh keluarga Indonesia. Saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke lokasi syuting sitkom OK-Jek yang berada di daerah Pejaten. Satu buah rumah disulap menjadi kantor OK-Jek. OK-Jek salah satu sitkom yang tayang di Netmediatama sejak tanggal 28 Desember 2015 pukul 19:00 Wib. Sudah familiar dengan karakter-karakternya? Di sitkom ini ada Oka Antara sebagai Iqbal (Iya pake Q), Ibnu Jamil sebagai Seno, Atiqah Hasiholan sebagai Asna, Dodit M sebagai Mas Mul.
Saat sampai di lokasi nggak lama Mas Mul juga datang langsung bersiap reading dengan lawan mainnya dan take scene. Berikut yang dapat saya abadikan





Dan berkesempatan juga untuk mengobrol dengan Ibnu Jamil dan Atiqah Hasiholan, berikut ringkasannya:
Q: Bagaimana awalnya bergabung dengan sitkom OK-Jek?
A: Kenapa saya bisa mendarat dan mengendarai OK-Jek. Pertama kali dapet telepon dari Aloy (salah satu team creative dari Netm…

Sinopsis Sang Kiai

Pendudukan oleh Jepang ternyata tidak lebih baik dari Belanda, Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat untuk melakukan Sekerei. K.H. Hasyim Asy'ari (Ikranegara) sebagai tokoh besar agamais saat itu menolak untuk melakukan Sekerei karena beranggapan bahwa tindakan itu menyimpang dari akidah agama Islam, karena sebagai umat Islam hanya menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakannya yang berani itu, Jepang menangkap K.H. Hasyim Asy'ari. K.H. Wahid Hasyim (Agus Kuncoro Adi) salah satu putra beliau mencari jalan diplomasi untuk membebaskan K.H. Hasyim Asy'ari. Berbeda dengan Harun (Adipati), salah satu santri K.H. Hasyim Asy'ari yang percaya cara kekerasanlah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harun menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan K.H. Hasyim Asy'ari. Tetapi Harun salah karena cara tersebut malah menambah korban jiwa. K.H. Wahid Hasyim dapat menenangkan diplmasi ter…

Jogja Trip

Menghadiri acara pernikahan salah satu teman di Kota Jogjakarta, kami rencanakan untuk sekalian berlibur walau dengan dana seadanya. Berikut beberapa lokasi yang kami kunjungi.
Hotel Dana, kami menginap di tempat ini dengan harga murah yang kami dapatkan sebesar Rp. 97.000



Keraton Yogyakarta



Warung Bu Ageng



Sate Klathak Pak Bari: https://goo.gl/maps/yZRc6ZVZrMrNasi Goreng Beringharjo: https://goo.gl/maps/JrKpRvhzszK2Sellie Coffee: https://goo.gl/maps/kUUovVGM4MoLOKAL Hotel & Restaurant


Beberapa lokasi dan tempat pariwisata yang lainnya tidak sempat saya abadikan. Simak video perjalanannya berikut ini: