Selasa, 16 April 2018 saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Kampung Inspirasi RW 17. Di sini kami bertemu dengan 2 orang local hero Indocement. Indocement membentuk local hero sebagai strategi khusus dalam bermitra dengan masyarakat. Local hero merupakan masyarakat mitra Indocement yang telah berhasil mengembangkan usahanya menuju kemandirian, yang pada gilirannya mereka juga berperan dalam mengembangkan masyarakat lain di sekitarnya.
![]() |
3 fase local hero dari Indocement |
Kampung Inspirasi RW 17 letaknya berjarak kurang lebih 30 KM dari operasional Indocement. Di Kabupaten Bandung sendiri, Indocement memiliki gudang semen. Terdapat 2 desa yang berbatasan langsung dengan gudang tersebut, yaitu Desa Cimerang dengan 271 KK dan Desa Cimareme dengan 321 KK. Kampung Inspirasi RW 17 memiliki program unggulan pengelolaan sampah mandiri, gerakan wanita tani, serta urban farming. Selain itu terdapat juga Sekolah Sampah, sebuah sekolah yang menginspirasi masyarakat umum dalam menangani sampah rumah tangga secara kreatif.
Dikelola oleh local hero Pak Wawan Ganiawan (46 tahun) sejak tahun 2010. #GreenIndocement#EmpowermentIndocement#Harmoni3Roda pic.twitter.com/Q0oGNuLuPR— Hendra Gunawan (@ndraverne) April 17, 2018
Swakelola sampah di Kampung Inspirasi RW 17 merupakan salah satu angkatan pertama Program Kampung Ramah Lingkungan Indocement. Pak Wawan Ganiawan sebagai penggeraknya sejak tahun 2010. Awalnya masyarakat membuang sampah sembarangan atau hanya diserahkan kepada petugas kebersihan setempat. Tindakan ini dapat menjadi salah satu penyebab banjir yang berulang di wilayah kampung. Salah satu strategi yang digunakan oleh Pak Wawan untuk mengajak warganya bergabung dalam program yang beliau jalankan adalah menolak warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan, jika tidak ikut serta dalam program pelestarian lingkungan. Untuk saat ini Pak Wawan telah melepas masa tugasnya sebagai ketua RW. Dalam wawancara dengan saya, beliau menjabat sebagai ketua RW sejak tahun 2009-an. Pendekatan lainnya yang digunakan oleh Pak Wawan dalam mengajak warganya adalah melalui pendekatan keagamaan, mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan seperti apa yang diperintahkan dalam ajaran agama.
Ibu Nining Nurhayati, istri Pak Wawan turut menggerakan program urban farming. Program penanaman tanaman hias, sayur dan buah-buahan di pekarangan rumah, tepi jalan dan lahan tidak terpakai. Kegiatan ini dilakukan dari pembibitan, penanaman, perawatan, panen dan pengolahan hasil panen. Untuk pengelolaan panennya dikelola dalam program "Arisan Berhemat" yang dijalankan sejak tahun 2010.
Arisan Berhemat mengajak masyarakat untuk mengolah hasil pertanian menjadi beragam makanan camilan. Program lainnya, mengubah hasil ternak ayam dan lele menjadi abon, keripik, kerupuk dan kue serta program daur ulang sampah menjadi produk bernilai jual. Tahun 2011 bertransformasi menjadi KWT Jati 17 dan kemudian berubah menjadi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Sajati 17 dengan pembinaan di bawah Dinas Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa (UPTPPKB) Kecamatan Cilengkrang. Program dari UPPKS Sajati 17 diintegrasikan dengan program Keluarga Berencana dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.
Melalui UPPKS Sajati 17 ini memudahkan masyarakat untuk bekerja sama dengan beragam dinas di tingkat lokal maupun provinsi dalam melaksanakan berbagai program.
Di Kampung Inspirasi RW 17 terdapat juga Sekolah Sampah, sekolah yang terbuka bagi siapa saja yang berminat untuk belajar mengelola sampah. Di sekolah ini, peserta mendapatkan informasi mengenai cara mengolah sampah organik dan non-organik, daur ulang, sistem kompos, pengolahan biogester , kerajinan dari limbah. Di sekolah ini, Indocement membantu perihal pendirian infrastruktur sekolah sampah.
Karena di Kampug Inspirasi RW 17 ini memiliki paket wisata, bagi pengunjung yang ingin mempelajari pengolahan sampah. Kontribusi foto saya adalah berupa virtual tour.
Para pengunjung dari instansi di antaranya dari delegasi peserta "Training Course on Innovative Holticulture and Agro-business" - ASEAN yang diadakan oleh Kementrian Luar negeri bekerja sama dengan Kementrian Pertanian di tahun 2014.
Simak juga wawancara saya dengan Bapak Wawan Ganiawan berikut ini:
Komentar
Posting Komentar