Langsung ke konten utama

Quarry Walk: Jalan Santai Mengitari Area Bekas Tambang Indocement yang Kini Produktif


Dari rangkaian acara kunjungan yang diadakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement), setelah saya hitung jumlah postingan di blog ini dengan berlabel "Indocement" ada sebanyak 8 postingan (termasuk yang terbaru ini). 
Ikut bersama karyawan Indocement dalam merayakan hari ulang tahun ke-44 adalah suatu kebanggaan tersendiri. Ada sekitar 700 peserta yang meramaikan acara Quarry Walk yang digelar pada jum'at pagi, 16 Agustus 2019 lalu.
Rangkaian acaranya sendiri telah digelar sejak tgl 4 Agustus 2019, dimulai dengan Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan yang menyelenggarakan Quarry Open Day - Bike to Nature, suatu kegiatan bersepeda melintasi indahnya alam di area tambang yang melibatkan tidak hanya karyawan Indocement Pabrik Tarjun, tetapi juga diikuti oleh ratusan bikers dari berbagai komunitas bersepeda di wilayah Kalimantan Selatan hingga Sulawesi Selatan. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah, jalan sehat, bazaar beragam produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mitra Indocement serta penanaman pohon di area pasca tambang dan Objek Wisata Goa Lowo.

Kompleks Pabrik Citeureup juga telah menyelenggarakan acara ”Pesta Ulang Tahun Keluarga Indocement” di Sporthall yang diisi dengan fun games, bazaar dan flashmob dihadiri oleh ratusan karyawan beserta keluarganya pada 4 Agustus lalu.

Kompleks Pabrik Palimanan juga melakukan peresmian Kantin Sehat dan Taman Catur Indocement. Selain itu juga dimulai program rintisan Taman Buah Indocement dengan penanaman 44 jenis pohon. Berbagai lomba olahraga dan permainan juga menghiasi perayaan HUT Indocement yang juga berdekatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI yang kita cintai.

Mari kita mengingat kembali sejarah panjang dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) dan pencapaiannya berikut ini;
·         Indocement memiliki tiga kompleks pabrik:
·      Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat (10 pabrik)
·      Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon, Jawa Barat (2 pabrik)
·      Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan (1 pabrik)
·      Indocement memiliki fasilitas distribusi semen (terminal semen), yaitu :
·     Terminal Tanjung Priok, Jakarta
·      Terminal Tanjung Perak, Surabaya
·      Terminal Sepanjang, Sidoarjo
·      Terminal Lembar, Lombok
·       Terminal Palaran, Samarinda
·      Terminal Cigading, Cilegon
·       Terminal Pontianak, Pontianak
·       Terminal Semen Lampung, Lampung
·      Terminal Semen Palembang, Palembang
·       51% saham Indocement dimiliki HeidelbergCement Group sementara 49% dimiliki oleh masyarakat
·       Sejarah Singkat Indocement
·   1985 : Indocement berdiri hasil dari penggabungan 6 perusahaan yang memiliki 8 pabrik semen yang beroperasi sejak 1975
·    1989 : Indocement menjadi perusahaan public di Bursa Efek Jakarta (sekarang BEI) dengan kode saham (INTP)
·     1991 : Indocement mengakusisi pabrik baru yang menjadi  Plant 9 di Kompleks Pabrik Palimanan
·    1996 : Menyelesaikan pembangunan Plant 10 di Kompleks Pabrik Palimanan
·     1998 : Pengambilalihan PT Indo Kodeco Cement (Plant 12) melalui penggabungan usahadi Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan
·     1999 : Menyelesaikan pembangunan Plant 11 di Kompleks Pabrik Citeureup       
·     2001 : HeidelbergCement Group menjadi pemegang saham mayoritas Indocement
·     2005 : Meluncurkan Portland Composite Cement (PCC) ke pasar Indonesia
·      2008 : Menerima Certified Emission Reductions (CERs) untuk proyek bahan bakar alternative
·      2012 : Memulai penggunaan kereta api untuk distribusi semen
·     2015 : Menjadi salah satu anggota pendiri Green Product Council Indonesia
·     2016 : Meluncurkan “Semen Rajawali
                Menyelesaikan pembangunan Plant 14, Kompleks Pabrik Citeureup
·      2017 : Meluncurkan produk “Slag Cement” yang digunakan untuk proyek Pelabuhan Patimban
·      2018 : Transformasi tim sales Indocement dengan konsep Sales is a Science (SiaS)
·      Kapasitas produksi terpasang Indocement mencapai 24,9 juta ton semen per tahun
·      Produk semen yang diproduksi Indocement :
·     Ordinary Portland Cement  (OPC)
·      Portland Composite Cement (PCC)
·      Pozzolan Portland Cement (PPC)
·     White Cement
·      Oil Well Cement (OWC)
·      TR30 – Acian Putih
·       Slag Cement-TR Superslag
·       Beton siap-pakai (melalui anak usahanya Pionir Beton Industri/PBI)

·      Satu-satunya produsen Semen Putih di Indonesia.

Seremoni perayaan HUT Ke-44 di Quarry D Pabrik Citeureup pagi itu diisi dengan kegiatan utama penanaman pohon dan Quarry Walk, dimana Direksi, mantan Direksi, manajemen dan segenap karyawan semua Plant/Divisi unit Kantor Pusat dan Pabrik Citeureup bersama-sama berjalan menyusuri area reklamasi di lahan tambang yang masih aktif sebagai upaya menanamkan kebanggaan pada segenap karyawan bahwa Indocement telah 44 Tahun Bergerak Berkarya Bersama dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan. 

Reklamasi yang telah dilakukan seperti penanaman pohon, pemanfaatan lahan menjadi perkebunan terpadu serta tetap menjaga kelestarian Mata Air Cikukulu yang masih mengalir mengairi kehidupan flora dan fauna yang hidup berdampingan di lahan tambang aktif. Hal ini menggambarkan bahwa Indocement sangat peduli dengan kondisi lingkungan.


Lokasi yang kami kunjungi di antaranya:


KEBUN TEGAL PANJANG
  • Kebun Tegal Panjang  terletak di Kawasan Quarry D.
  • Kebun Tegal Panjang memiliki luas 12 Hektar
  • Kebun ini dikelola oleh 10 orang petani, 2 orang tenaga pengawas dan 8 orang petani kebun yang berasal dari desa mitra Indocement
  • Kebun ini berisi tanaman vegetasi berbatang keras dan lunak
  • Indocement memanfaatkan Kebun Tegal Panjang sebagai laboratorium pertanian/perkebunan
  • Indocement berusaha memperkenalkan nilai keekonomian dari tanaman berbatang lunak seperti Pohon Cinta, Andong ataupun monstera
  • Salah satu budidaya yang sudah bernilai ekonomi adalah budidaya pohon cinta, dimana dibeli oleh pengusaha bunga papan/hias di Rawa Belong.
  • Omset perbulan petani Kebun Tegal Panjang mencapai Rp. 800.000-2.000.000/bulan tergantung hasil panen dari tanaman cinta dan hortikultur tanaman lainnya. Jenis tanaman yang ditanam berada di sela tanaman pokok (tanaman energi dan tanaman kayu).

MATA AIR CIKUKULU
  • Mata Air Cikukulu terletak di Kawasan Quarry D yang terletak di Desa Lulut, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor
  • Luas area konservasi mata air cikukulu mencapai 5 hektar
  • Mata Air Cikukulu memenuhi persyaratan kualitas air bersih yang tercantum di  Permenkes No.416/MEN.KES/PER/IX/1990 mengenai standar kualitas air 
  • Sebanyak 350 KK memanfaatkan air dari Mata Air Cikukulu
  • Indocement membuka akses untuk masyarakat sekitar untuk kebutuhan air bersih sehari-hari. 
  • Indocement juga melakukan pipanisasi air untuk warga Desa Leuwikaret dan Desa Lulut
  • Mata air ini tidak kering selama musim kemarau
  • Untuk melindungi mata air, Indocement menetapkan zona larangan tambang serta melakukan penghijauan disekitar mata air
  • Ketinggian rata-rata muka air cikukulu mencapai 31,25 cm dimana Pada musim kemarau, ketinggian muka air mata air cikukulu  mencapai 15 cm dan pada musim penghukan mencapai 40 cm.
  • Indocement melakukan pemantauan ketinggian muka mata air setiap dua minggu sejak tahun 2007
  • Indocement melakukan uji kualitas air setiap enam bulan.

“Hari ini kami merayakan Hari Ulang Tahun Indocement yang ke-44. Lebih dari empat dekade telah kami lalui bersama, jatuh bangunnya Indocement telah mewarnai perjalanan panjang yang dirasakan bersama. Kita patut bersyukur bahwa perjalanan Indocement selama 44 tahun ini telah mendatangkan kontribusi positif bagi banyak pihak seperti karyawan Indocement, masyarakat di sekitar operasional pabrik, daerah di mana pabrik dan terminal Indocement berdiri serta bangsa Indonesia. Indocement berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Indocement merupakan pelopor di bidang industri semen yang menerapkan teknologi terkini, menghasilkan produk semen bermutu tinggi, kokoh dan ramah lingkungan.”





“Perjalanan panjang di usia ke-44 ini, Indocement terus melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan risiko lingkungan melalui sejumlah kegiatan, seperti pengurangan emisi, efisiensi energi, pendayagunaan limbah, perlindungan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan air bekas pakai. Upaya ini sejalan dengan pengurangan gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Indocement sebagai bagian dari HeidelbergCement Group, kembali menunjukkan dukungan pada inisiatif keberlanjutan (Cement Sustainability Initiative/CSI) yang dilakukan oleh 24 produsen semen di 100 negara yang kapasitasnya setara dengan 30% produksi semen dunia melalui kegiatan operasi semen yang ramah lingkungan.”

“Dengan mengusung tagline “Bergerak Berkarya Bersama”, Indocement tidak akan bisa mencapai hasil yang diinginkan seperti sekarang ini apabila tidak digerakkan bersama-sama oleh Direksi, Manajemen dan seluruh karyawannya sebagai sebuah keluarga besar, dan tentunya juga dukungan dari masyarakat yang tumbuh bersama kami serta semua pemangku kepentingan lndocement” sambutan Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya dalam acara penutupan Quarry Walk.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENIOR: Film Duo Detektif Remaja Beda Dunia

Judul: Senior (Runpee) Dibintangi oleh: Jannine Wiegel, Phongsakon Tosuwan, Sa-ad Piampongsan Disutradarai oleh: Wisit Sasanatieng Produksi: M-39 Genre: Drama/Horor Durasi: 111 menit Jadwal Tayang: 13 Januari 2016 di CGVblitz, Cinemaxx dan Platinum Cineplex Film ini bercerita tentang apa? Berikut sinopsisnya... Kisah sepasang detektif dari dua dunia yang berbeda bekerjasama untuk mengungkap pembunuhan yang terjadi 50 tahun yang lalu. Salah satu dari mereka bernama Adhiti (dengan nama panggilan Mon; entah dari Doraemon atau ikan Salmon) yang diperankan oleh Jannine Wiegel. Mon memiliki bakat rahasia yang terpendam, Ia dapat mencium kehadiran arwah orang yang telah meninggal di sekitarnya. Dan satu detektif lagi adalah hantu, dia adalah arwah dari kakak kelas (memilih dengan nama panggilan senior) diperankan oleh Phongsakon Tosuwan yang dikisahkan telah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Tidak ada yang pernah melihatnya, ...

Laura & Marsha: Petualangan Dua Sahabat di Eropa

"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013. Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain.  Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi...

Internet Super Cepat Wifi ID dari Telkom Indonesia di Asean Blogger Festival 2013

Day 1: Road Trip I'm ready for #RoadTrip #ABFI2013 — Hendra Gunawan (@ndraverne) May 8, 2013 Itu twit terjadwal saya yang aktif ketika saya sudah berada di jalan raya menuju Terminal Lebak Bulus untuk bergabung dengan teman-teman Blogger lainnya sekitar Jabodetabek yang akan bersama-sama mengarungi perjalanan selama belasan jam dengan Bus Gajah Mungkur menuju Solo.  Bagi teman-teman yang sudah mengenal dekat dengan saya pasti mengetahui hal pertama yang akan saya cari ketika akan berlama-lama menunggu. Saya sampai di Terminal Bus Lebak Bulus tepat jam 20.30 WIB, sedangkan jadwal keberangkatan Bus jam 22.00 WIB. Ya! Saya seorang pengguna Android yang jarang berlangganan paket data. Saya lebih mengandalkan free wifi yang tersedia di tempat-tempat umum yang sering saya kunjungi baik itu di Bogor atau pun di Jakarta. Salah satu fasilitas free wifi yang sering saya gunakan adalah milik Telkom Indonesia . Sejak Wifi ID diluncurkan pertama kali di Jakarta, saya sudah mencoba dan m...