Sabtu kemaren gw berkesempatan mengikuti acara ini. Tentunya atas nama komunitas foursquare Indonesia. Sampe di gerbang Ancol sekitar jam 10.45 di sambut oleh gerbang di bawah ini: Tiap maen ke Ancol, gw pasti masuk melalui gerbang ini, ya karena gw menuju kemari memakai angkutan umum Kereta udah bukan Api sambung mikrolet M15 jurusan Kota-Tanjung Priok. Dari Bogor malah jarang naek Kereta Wisata Ancol, yang langsung turun di Stasiun Ancol, yang gw ketahui awalnya sih beroperasi tiap Sabtu-Minggu, sekarang kok jadi cuma Minggu aja. Tujuan gw kan ke Pantai Carnaval-nya, ya lumayan jauh juga. Bagi gw sendiri sih ngga jauh tuh, deket segitu mah. Eh untuk kemaren. pas di gerbang ini ketemu rekan yang akan sama-sama berjaga di booth. Berdua berjalan kaki sampe depan resto Bandar Jakarta, untuk yang pertama kalinya gw naek bus komuternya menuju Pantai Carnaval. Foto yang laen bisa disimak di halaman flickr gw . Berfoto di depan wahana baru fantastique
"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013. Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain. Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi...