Screencapture welcoming page HOOQ.tv HOOQ, sebuah layanan penyedia konten video on demand yang memiliki katalog lebih dari 10.000 film dan serial dari rumah produksi Hollywood, dan juga tidak tertinggal konten film dan serial lokal jadul tersedia di sini. HOOQ hadir di Indonesia sejak April 2016, perayaan 1 juta pengguna di bulan Oktober 2016 lalu saya ikut hadir. Mereka me-relaunching user interface aplikasinya dan juga penawaran freemium. Apa itu freemium? Setiap pengguna mendapat akses gratis tujuh hari untuk menikmati konten di dalam HOOQ, untuk menikmati konten serial masih diberi kesempatan menonton satu episode setelah melewati batas tujuh hari. Saya sih kangen dengan film-film lokal jadul yang biasa saya nikmati di layar tancep. Katalog yang ada di dalam HOOQ dapat mengobatinya. Mau ketawa-ketiwi ada "Best of Warkop" dan "Ateng", mau yang misteri ada "Best of Suzzanna". Kangen dengan karakter Emon? ada lengkap film-film Si Boy ...
"Semoga saat menonton nanti tidak berdekatan dengan para jahanam yang akan dengan teganya ikut nonton dan bercerita adegan demi adegan dalam film ini" Itu doa saya ketika dapet undangan nonton film Laura & Marsha ini. Kenapa demikian? Entah mengapa untuk promo film yang satu ini saya mendapatkan undangan nontonnya bukan di acara Press Screening yang sesungguhnya. Di undangan film-film Indonesia yang lainnya, Saya biasa menonton bersama rekan-rekan media, bukan hanya dari kalangan komunitas dan blogger. Dan acara yang saya hadiri Sabtu pagi kemaren adalah pemutaran dari film ini untuk yang kesekian kalinya sebelum tayang reguler pada tanggal 30 Mei 2013. Laura, seorang travel agent yang membuatnya hidup secara teratur, sistematis dan merencanakan hal-hal yang akan dia lakukan. Telah menjadi single parent selama 4 tahun dan membentuknya menjadi seseorang yang sulit mempercayai orang lain. Marsha, seorang penulis buku traveling yang belom pernah pergi...